Pencarian

Memuat...

Menyenangkan Hati Orang Lain


Suasana Menyenangkan


Seorang ibu yang biasa dipanggil Lasmi sekarang sudah sepuh, sudah hampir 80 tahun umurnya dan kesehatannya pun sudah jauh menurun. Badannya tidak sesegar dulu lagi dan bicaranya tidak selancar sebelumnya, kadang terputus dan terbata-bata. Dalam kondisi fisik yang sedang sakit itu, hampir setiap hari beliau kedatangan tamu untuk menjenguk dan menghiburnya.



Adalah sangat wajar dan pantas saja banyak sahabat, kerabat dan tetangga yang mengunjunginya, karena semasa sehatnya ibu Lasmi memiliki hobi yang jarang dimiliki orang lain. Hobinya adalah melulu & terbiasa untuk menyenangkan orang lain. Suatu ketika pada 30 tahunan yang lalu saudara sepupunya pernah berkunjung ke rumahnya setelah hampir dua tahun tidak bertemu. Tiba-tiba sang saudara ini memuji keindahan sebuah lukisan yang terpajang di dinding ibu Lasmi dengan berkata: ”Waduh, bagus sekali ya lukisan kakak yang itu, belinya dimana kak?”, kata sang saudara. Ibu Lasmi hanya tersenyum-senyum tanpa menjawab dan melanjutkan pembicaraan kangen-kangenan ke sana dan kemari. Apa yang terjadi kemudian?, ketika sang sepupu hendak pamit pulang, tiba-tiba saja Ibu Lasmi meminta pembantunya untuk mengangkat lukisan yang dipuji tadi untuk dimasukkan ke dalam mobil sang adek sepupu. Adek sepupunya terheran-heran hampir tak bisa berkata apa-apa, berusaha menolak dan jadi tidak enak, tetapi Ibu Lasmi meyakinkannya untuk tetap membawa pulang, ” Kamu sukakan lukisan itu?”, kata Ibu Lasmi sambil tersenyum lagi.

Bukan hanya sekali Ibu Lasmi melakukan hal seperti itu, pernah juga keponakannya yang jarang berjumpa, suatu hari datang ke rumahnya. Dan kali ini sang ponakan membahas sebuah keramik antik dari China yang terletak di samping sofa di ruangan tamu Ibu Lasmi. Seperti kisah terdahulu, tanpa ragu Ibu Lasmi meminta pembantunya memindahkan keramik itu ke dalam mobil sang ponakan ketika mereka berangkat pulang. Ada juga cerita payung besar, keris jaman dahulu, patung menara petronas serta cerita topi koboy jaman dulu. Semua itu dilakukan Ibu Lasmi secara spontan, tulus dan tanpa maksud lain kecuali hanya menyenangkan orang lain yang datang ke rumahnya.

Salah satu kebiasan unik yang dilakukannya adalah, siapapun tamu yang datang ke rumahnya, asalkan bertamu dengan durasi lebih dari dua jam, pasti dipaksanya untuk mencicipi hidangan makan (sarapan, makan siang atau makan malam). Entah bagaimana dia mempersiapkan hidangan makanan tersebut, tim dapur Ibu Lasmi seolah sudah siap sedia selalu dan sudah tahu dengan aturan yang tak tertulis itu, tanpa harus melibatkan Ibu Lasmi secara langsung. Dalam memuliakan tamunya, Ibu Lasmi tetap bersemangat dan diam ditempat duduk melayani tamunya bercerita, dan ketika sudah memasuki durasi dua jam, biasanya dia memberikan aba-aba dan meminta tamunya untuk mencicipi makan terlebih dahulu.

Begitulah hobi yang sangat positif dan mulia dari seorang Ibu Lasmi, bagaimana dengan kita?. Pernahkah kita berniat, atau bahkan mempraktekkan hal serupa dalam kehidupan keseharian kita?, atau jangan-jangan kita masih berada dalam kategori pribadi yang tidak terlalu suka dengan tamu?, jangan-jangan kita masih sering berusaha agar orang yang bertamu ke rumah kita jangan terlalu lama-lama supaya kita tidak repot?, jangan-jangan kita masih sering lupa menyuguhkan semangkok air putih atau teh kepada setiap tamu yang datang?. Semoga kita bisa meniru kebiasaan positif Ibu Lasmi ini dan kita masih punya waktu untuk mentradisikannya.  Dan semoga, Ibu Lasmi diberikan kesehatan dan kesembuhan yang lebih oleh Tuhan Yang Maha Kuasa serta dituntun-Nya kepada akhir yang positif. Amin.

Sumber: 3 Positif Paradigma

Artikel yang lain :
Bukalah Hatimu Nikmati Kebahagiaan
Menembus Batas Atau Menembus Keterbatasan ?

Tidak ada komentar: